Monday, October 19, 2026
No menu items!
HomeKesehatanMakanan Pemicu Dari Kadar Asam Urat Tinggi

Makanan Pemicu Dari Kadar Asam Urat Tinggi

Kadar asam urat tinggi atau hiperurisemia terjadi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal. Kondisi ini dapat memicu penumpukan kristal asam urat di sendi sehingga menyebabkan nyeri, bengkak, dan peradangan.

Berikut beberapa pemicu utama kadar asam urat tinggi:

1. Konsumsi makanan tinggi purin

Purin adalah zat alami yang dipecah tubuh menjadi asam urat. Jika dikonsumsi berlebihan, kadar asam urat dapat meningkat.

Contoh makanan tinggi purin meliputi:

  • Jeroan, seperti hati, ginjal, dan usus.
  • Daging merah dalam jumlah berlebihan.
  • Seafood tertentu, seperti sarden, teri, makarel, kerang, dan udang.
  • Kaldu daging yang sangat pekat.

2. Minuman beralkohol

Alkohol, terutama bir, dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat pembuangannya melalui ginjal. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah menjadi lebih tinggi.

3. Minuman dan makanan tinggi gula

Minuman bersoda atau minuman manis yang mengandung fruktosa dapat merangsang pembentukan asam urat. Konsumsi berlebihan juga meningkatkan risiko obesitas yang berkaitan dengan hiperurisemia.

4. Berat badan berlebih atau obesitas

Orang dengan berat badan berlebih cenderung memproduksi lebih banyak asam urat dan mengalami penurunan kemampuan ginjal dalam membuang zat tersebut.

5. Gangguan fungsi ginjal

Ginjal berperan menyaring dan membuang asam urat melalui urine. Jika fungsinya menurun, asam urat dapat menumpuk dalam darah.

6. Dehidrasi

Kurang minum membuat volume urine berkurang sehingga pembuangan asam urat menjadi kurang optimal.

7. Faktor genetik

Sebagian orang memiliki riwayat keluarga dengan kadar asam urat tinggi. Faktor keturunan dapat memengaruhi cara tubuh memproduksi dan membuang asam urat.

8. Penyakit tertentu

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko asam urat tinggi, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Sindrom metabolik.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Psoriasis.

9. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat meningkatkan kadar asam urat, misalnya:

  • Diuretik untuk hipertensi.
  • Aspirin dosis rendah.
  • Obat penekan sistem imun tertentu.
  • Beberapa obat kemoterapi.

Jika Anda menggunakan obat rutin dan mengalami peningkatan kadar asam urat, konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan atau mengganti pengobatan.

10. Pola makan berlebihan dan puasa ekstrem

Makan dalam porsi sangat besar, terutama makanan tinggi purin, dapat memicu lonjakan asam urat. Sebaliknya, puasa yang terlalu ketat atau penurunan berat badan secara drastis juga dapat meningkatkan produksi asam urat sementara.

Cara membantu menjaga kadar asam urat tetap normal

  • Batasi konsumsi makanan tinggi purin.
  • Perbanyak minum air putih agar ginjal dapat membuang asam urat dengan baik.
  • Pertahankan berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur.
  • Kurangi konsumsi minuman manis dan alkohol.
  • Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak.
  • Lakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala jika memiliki riwayat hiperurisemia atau pernah mengalami serangan asam urat.

Perlu diketahui bahwa tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi akan mengalami gejala. Namun, bila kadar asam urat terus meningkat dan tidak ditangani, risiko terjadinya serangan nyeri sendi, pembentukan batu ginjal, dan kerusakan sendi dapat bertambah.

Terkait
- Advertisment -

Terpopuler