Demam pada anak sering membuat orang tua khawatir, terutama ketika suhu tubuh meningkat pada malam hari atau anak terlihat lebih rewel dari biasanya. Meski demam merupakan respons alami tubuh untuk melawan infeksi, orang tua tetap perlu mengetahui cara mengatasinya dengan tepat agar anak merasa nyaman dan terhindar dari risiko komplikasi.
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah demam bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti infeksi virus, infeksi bakteri, atau reaksi setelah imunisasi. Karena itu, penanganan demam tidak hanya berfokus pada menurunkan suhu tubuh, tetapi juga memperhatikan kondisi umum anak, kecukupan cairan, dan gejala lain yang menyertainya.
1. Ukur suhu tubuh anak dengan termometer
Langkah pertama untuk mengatasi demam adalah mengukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Jangan hanya mengandalkan sentuhan tangan pada dahi karena cara tersebut tidak cukup akurat untuk memastikan apakah anak mengalami demam.
Secara umum, suhu tubuh 38°C atau lebih dianggap sebagai demam, terutama jika diukur melalui dubur. Hasil pengukuran juga perlu disesuaikan dengan metode dan alat yang digunakan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
-
Gunakan termometer digital sesuai petunjuk pemakaian.
-
Catat suhu tubuh dan waktu pengukuran untuk memantau perkembangannya.
-
Perhatikan apakah anak masih aktif, mau minum, dan merespons ketika diajak berinteraksi.
-
Jangan hanya berpatokan pada angka suhu; kondisi dan perilaku anak juga penting.
Jika anak berusia kurang dari tiga bulan dan suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa, meskipun anak terlihat baik-baik saja.
2. Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
Ketika demam, tubuh anak kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat dan penguapan. Jika anak juga mengalami muntah atau diare, risiko dehidrasi dapat meningkat.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut:
-
Berikan air putih sedikit demi sedikit tetapi sering untuk anak yang sudah boleh minum air putih.
-
Untuk bayi, tetap berikan ASI sesering yang diinginkan. Susu formula dapat diberikan seperti biasa.
-
Jika anak mengalami muntah atau diare, larutan oralit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
-
Jangan memaksa anak minum dalam jumlah besar sekaligus apabila ia merasa mual.
-
Pantau frekuensi buang air kecil, kelembapan mulut, dan jumlah air mata ketika menangis.
Waspadai tanda dehidrasi, seperti mulut kering, buang air kecil jauh lebih sedikit daripada biasanya, mata cekung, atau anak terlihat sangat lemas. Jika anak sulit dibangunkan, tidak mampu minum, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat, segera cari pertolongan medis.
3. Pastikan anak beristirahat dengan nyaman
Istirahat membantu tubuh anak memulihkan diri selama melawan penyebab demam. Namun, anak tidak harus terus-menerus berada di tempat tidur jika masih merasa nyaman untuk beraktivitas ringan.
Orang tua dapat membantu dengan cara:
-
Membiarkan anak tidur sesuai kebutuhannya.
-
Menyediakan ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
-
Mengurangi aktivitas fisik berat untuk sementara.
-
Mendampingi anak agar merasa aman dan nyaman.
-
Memeriksa kondisi anak secara berkala, termasuk saat malam hari.
Tidak perlu membangunkan anak hanya untuk memberikan obat penurun panas jika ia tidur nyaman. Namun, pastikan anak dapat dibangunkan dan merespons secara normal ketika diperiksa.
4. Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal
Pakaian yang terlalu tebal atau penggunaan selimut berlapis dapat membuat anak semakin tidak nyaman ketika demam.
Sebaiknya, pakaikan baju yang ringan, nyaman, dan sesuai dengan suhu ruangan. Hindari membungkus anak secara berlebihan untuk membuatnya berkeringat karena cara tersebut tidak terbukti mempercepat penyembuhan demam.
Jika anak menggigil, berikan selimut tipis untuk kenyamanan. Setelah menggigil mereda, sesuaikan kembali pakaian dan selimut agar anak tidak kepanasan.
5. Berikan makanan sesuai kemampuan anak
Anak yang mengalami demam mungkin kehilangan nafsu makan. Kondisi ini cukup umum terjadi selama tubuh melawan infeksi.
Orang tua tidak perlu memaksa anak menghabiskan porsi makan seperti biasanya. Sebagai gantinya, tawarkan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.
Pilihan makanan dapat disesuaikan dengan usia dan kebiasaan anak, misalnya:
-
Bubur atau nasi tim.
-
Sup hangat.
-
Telur matang.
-
Buah yang lembut.
-
Makanan keluarga dengan tekstur sesuai kemampuan anak.
Untuk bayi, lanjutkan ASI atau susu formula seperti biasa. Pada masa demam, kecukupan cairan menjadi perhatian utama, sementara makanan dapat diberikan sesuai toleransi anak.
Jika anak menolak makan sesekali tetapi masih mau minum dan tetap responsif, orang tua dapat terus memantau kondisinya. Namun, jika anak juga menolak minum atau terlihat semakin lemah, segera konsultasikan ke tenaga medis.
6. Berikan obat penurun panas jika anak merasa tidak nyaman
Obat penurun panas dapat membantu anak merasa lebih nyaman, mengurangi nyeri, dan mempermudah anak untuk beristirahat. Namun, obat tidak selalu diperlukan hanya karena suhu tubuh meningkat.
Dua jenis obat yang umum digunakan adalah parasetamol dan ibuprofen. Pemilihan obat harus mempertimbangkan usia, berat badan, kondisi kesehatan, serta petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga medis
Hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan obat:
-
Periksa berat badan anak dan konsentrasi obat sebelum menentukan dosis.
-
Gunakan alat ukur obat, seperti spuit oral, bukan sendok makan biasa.
-
Ikuti interval dan dosis maksimum pada petunjuk obat atau anjuran dokter.
-
Jangan memberikan parasetamol dan ibuprofen secara bersamaan atau bergantian tanpa arahan tenaga kesehatan.
-
Jangan memberikan aspirin kepada anak, kecuali atas instruksi dokter untuk kondisi medis tertentu.
-
Periksa kandungan obat flu atau batuk yang diberikan bersamaan agar anak tidak menerima zat aktif yang sama dari beberapa produk.
Penting: dosis obat anak tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan usia. Berat badan dan konsentrasi sediaan obat juga diperlukan.
7. Lakukan kompres hangat jika diperlukan
Kompres dapat digunakan untuk membantu anak merasa lebih nyaman, tetapi bukan keharusan untuk setiap kasus demam.
Jika anak merasa kepanasan, orang tua dapat menggunakan kain lembut yang dibasahi air suam-suam kuku dan mengusapkannya dengan lembut pada tubuh. Hentikan jika anak menggigil atau merasa tidak nyaman.
Hindari beberapa cara berikut:
-
Mengompres dengan air es atau air yang terlalu dingin.
-
Mengoleskan alkohol pada kulit untuk menurunkan suhu.
-
Memandikan anak dengan air dingin secara paksa.
-
Menggunakan kompres sebagai pengganti pemeriksaan atau obat yang memang diperlukan.
Air yang terlalu dingin dapat memicu menggigil dan membuat anak semakin tidak nyaman. Kompres juga tidak mengatasi penyebab utama .
8. Pantau suhu dan gejala yang menyertai demam
Orang tua sebaiknya mencatat perubahan suhu tubuh, waktu pemberian obat, jumlah cairan yang diminum, dan gejala lain yang muncul.
Hal yang perlu dipantau meliputi:
-
Apakah anak masih merespons saat diajak bicara?
-
Apakah anak masih mau minum dan buang air kecil?
-
Apakah napasnya terlihat normal?
-
Apakah muncul batuk, pilek, muntah, diare, nyeri saat buang air kecil, atau ruam?
-
Apakah kondisi anak membaik atau justru semakin lemah?
Penurunan suhu setelah minum obat tidak selalu berarti penyakitnya sudah sembuh. Sebaliknya, suhu yang belum kembali normal tidak otomatis berarti penyakitnya berbahaya. Kondisi umum anak dan gejala penyerta tetap harus menjadi pertimbangan.
9. Kenali kapan harus membawa anak ke dokter
Segera cari pertolongan medis
Jangan menunggu demam turun sendiri jika anak menunjukkan salah satu tanda bahaya berikut.
-
Bayi berusia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih.
-
Kesulitan bernapas, napas sangat cepat, atau bibir tampak kebiruan.
-
Sangat lemas, sulit dibangunkan, kebingungan, atau tidak merespons seperti biasanya.
-
Kejang, terutama kejang pertama kali atau kejang yang berlangsung lima menit atau lebih.
-
Leher kaku, sakit kepala berat, atau ruam merah keunguan yang tidak memudar saat ditekan.
-
Tidak mampu minum, muntah terus-menerus, atau menunjukkan tanda dehidrasi berat.
-
Suhu mencapai 40°C atau lebih, terutama jika anak terlihat sakit berat.
Jika anak tidak sadar, mengalami gangguan pernapasan berat, atau mengalami kejang berkepanjangan, segera menuju IGD atau hubungi layanan darurat setempat.
Untuk anak yang tidak menunjukkan tanda bahaya, hubungi dokter jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, berulang, atau disertai kondisi yang semakin memburuk. Jangan menunggu batas waktu tersebut apabila orang tua merasa kondisi anak tidak biasa atau mengkhawatirkan.
10. Hindari kesalahan umum saat menangani demam anak
Beberapa kebiasaan yang dianggap dapat mempercepat penurunan demam justru berisiko membuat anak tidak nyaman atau menunda penanganan yang diperlukan.
