Helm merupakan perlengkapan penting bagi pengendara sepeda motor. Penggunaan helm yang tepat tidak hanya menjadi bagian dari keselamatan berkendara, tetapi juga membantu melindungi kepala dari berbagai risiko selama perjalanan.
Berikut beberapa manfaat helm yang perlu diketahui:
1. Melindungi kepala dari benturan
Helm dirancang untuk membantu mengurangi dampak benturan pada kepala ketika pengendara mengalami kecelakaan atau terjatuh.
2. Mengurangi risiko cedera kepala
Penggunaan helm yang sesuai ukuran dan dipasang dengan benar dapat membantu memberikan perlindungan pada kepala dari cedera serius akibat benturan.
3. Melindungi mata dan wajah
Helm yang dilengkapi visor dapat membantu melindungi mata dan wajah dari debu, angin, hujan, serangga, hingga kerikil kecil saat berkendara.
4. Melindungi kepala dari cuaca
Selain faktor keselamatan, helm juga membantu melindungi kepala dari paparan sinar matahari, angin, dan hujan selama perjalanan.
5. Membuat berkendara lebih nyaman
Helm yang memiliki ukuran pas dapat membantu mengurangi gangguan dari angin dan debu sehingga pengendara dapat berkendara dengan lebih nyaman.
6. Menunjang keselamatan berkendara
Helm merupakan salah satu perlengkapan keselamatan yang penting bagi pengendara sepeda motor. Namun, perlindungannya tetap bergantung pada kualitas helm, ukuran yang sesuai, serta cara pemakaian yang benar.
Karena itu, pilih helm yang sesuai dengan ukuran kepala, dalam kondisi baik, dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Pastikan pula tali pengikat terpasang dengan benar setiap kali berkendara.
Memilih helm yang pas penting agar nyaman dipakai, tidak mudah bergeser, dan tetap memberikan perlindungan maksimal. Berikut cara memilihnya:
Cara memilih ukuran helm yang pas
- Ukur lingkar kepala
Gunakan meteran kain dan ukur bagian kepala yang paling lebar, biasanya sekitar 1–2 cm di atas alis dan melewati bagian belakang kepala. Catat hasilnya dalam sentimeter, kemudian cocokkan dengan tabel ukuran dari merek helm yang dipilih. - Coba helm sebelum membeli
Jangan hanya mengandalkan ukuran S, M, L, atau XL karena ukuran setiap merek bisa berbeda. Saat dipakai, helm seharusnya terasa pas dan cukup rapat, tetapi tidak sampai menimbulkan rasa sakit atau tekanan berlebihan. - Periksa posisi helm
Helm harus menutupi bagian kepala dengan baik dan tidak terlalu naik ke atas. Bagian depan helm sebaiknya berada sekitar 2–3 cm di atas alis, tanpa menghalangi pandangan. - Goyangkan kepala
Setelah helm terpasang, coba gerakkan kepala ke kiri, kanan, atas, dan bawah. Helm yang pas tidak mudah bergeser atau ikut bergerak secara berlebihan ketika kepala digerakkan. - Periksa bantalan pipi
Bantalan pipi seharusnya terasa menempel dengan nyaman. Helm baru memang biasanya terasa agak ketat karena busanya masih padat dan akan menyesuaikan setelah beberapa kali digunakan. - Kencangkan tali dengan benar
Tali pengikat harus terpasang dengan nyaman dan tidak terlalu longgar. Setelah dikencangkan, helm tidak seharusnya mudah terlepas ketika kepala digerakkan.
Tanda helm terlalu besar
- Mudah bergeser ketika kepala digerakkan.
- Terasa longgar di bagian kepala atau pipi.
- Helm bisa bergerak maju-mundur dengan mudah.
- Tali sudah dikencangkan, tetapi helm tetap tidak stabil.
Tanda helm terlalu kecil
- Kepala terasa sakit setelah beberapa menit.
- Ada tekanan kuat pada dahi atau bagian samping kepala.
- Telinga terasa tertekan atau sakit.
- Sulit memakai helm dalam waktu lama.
Tips penting: jangan memilih helm hanya karena terlihat bagus atau harganya murah. Utamakan ukuran yang tepat, kenyamanan, kondisi helm, serta standar keselamatan yang berlaku. Untuk helm sepeda motor di Indonesia, periksa juga apakah helm memiliki tanda SNI.
