Ada banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar bikin konsumsi bahan bakar mobil jadi lebih boros. Beberapa yang paling umum:
- Sering injak gas dan rem mendadak
Akselerasi agresif membuat mesin bekerja lebih keras dan menyedot lebih banyak BBM. Begitu juga pengereman mendadak yang membuang energi gerak. - Mesin nyala lama saat parkir (idle terlalu lama)
Misalnya menunggu di parkiran sambil AC menyala. Mesin tetap membakar bensin walau mobil tidak bergerak. - Tekanan ban kurang
Ban kempes meningkatkan hambatan gulir, sehingga mesin perlu tenaga lebih besar. Selisih sedikit saja bisa memengaruhi konsumsi BBM. - Beban mobil terlalu berat
Barang yang tidak perlu di bagasi, roof box, atau membawa muatan berlebih membuat mesin bekerja ekstra. - Jarang servis
Filter udara kotor, busi lemah, oli sudah jelek, atau injector bermasalah bisa membuat pembakaran tidak efisien. - Sering macet dengan stop-and-go
Mobil paling boros saat sering berhenti lalu jalan lagi. Karena itu konsumsi BBM di kota biasanya lebih tinggi dibanding jalan tol. - Kecepatan terlalu tinggi
Semakin cepat mobil melaju, hambatan angin makin besar. Banyak mobil mulai jauh lebih boros di atas 100–120 km/jam. - AC terlalu dingin atau selalu maksimal
Kompresor AC mengambil tenaga dari mesin, terutama saat cuaca panas dan kipas AC tinggi terus-menerus. - Gigi transmisi tidak sesuai
Pada mobil manual, memakai gigi rendah terlalu lama membuat RPM tinggi dan BBM cepat habis. - Sering perjalanan pendek
Mesin yang belum mencapai suhu kerja optimal biasanya lebih boros. Kalau cuma jalan 1–2 km berulang kali, konsumsi BBM bisa naik. - Membuka jendela di kecepatan tinggi
Saat melaju cepat, aerodinamika terganggu dan hambatan angin meningkat. - Menggunakan BBM yang tidak sesuai rekomendasi
Oktan terlalu rendah untuk spesifikasi mesin tertentu bisa membuat pembakaran kurang optimal.
Kalau ingin lebih hemat, kebiasaan paling efektif biasanya:
- Jaga RPM stabil,
- hindari gas-rem agresif,
- Cek tekanan ban rutin,
- Servis berkala,
- Rencanakan perjalanan supaya tidak banyak stop-and-go.
