Jika yang dimaksud adalah asam urat tinggi (hiperurisemia) atau gout, pola makan dapat membantu mengurangi risiko serangan dengan membatasi makanan tinggi purin dan memilih makanan yang lebih aman.
Makanan yang umumnya aman
- Sayuran: bayam, wortel, brokoli, kol, sawi, mentimun, tomat, paprika.
- Buah-buahan: apel, jeruk, pisang, pepaya, semangka, melon. Ceri juga sering dikaitkan dengan penurunan risiko serangan gout pada beberapa penelitian.
- Karbohidrat kompleks: nasi, kentang, ubi, oatmeal, roti gandum.
- Protein rendah lemak:
- Telur.
- Dada ayam tanpa kulit dalam porsi wajar.
- Tahu dan tempe.
- Produk susu rendah lemak: susu skim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak.
- Kacang-kacangan dan biji-bijian dalam jumlah yang sesuai.
- Air putih yang cukup untuk membantu menjaga hidrasi.
Makanan yang sebaiknya dibatasi atau dihindari
- Jeroan (hati, ginjal, limpa, babat).
- Daging merah dalam jumlah berlebihan.
- Beberapa makanan laut seperti sarden, teri, makarel, kerang, dan remis.
- Minuman beralkohol, terutama bir.
- Minuman tinggi gula atau sirup fruktosa, seperti minuman bersoda dan beberapa minuman kemasan manis.
Contoh Menu Sehat
Sarapan
- Oatmeal dengan irisan pisang.
- Yogurt rendah lemak.
Makan siang
- Nasi.
- Dada ayam panggang.
- Tumis brokoli dan wortel.
Camilan
- Apel atau pepaya.
Makan malam
- Nasi atau kentang rebus.
- Tahu atau tempe.
- Sayur bening bayam atau sop sayur.
Tips tambahan
- Jaga berat badan secara bertahap jika memiliki kelebihan berat badan.
- Hindari diet ekstrem atau puasa berkepanjangan karena dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
- Minum air putih yang cukup setiap hari.
- Tetap aktif secara fisik sesuai kemampuan.
Jika Anda sering mengalami nyeri sendi mendadak, bengkak, atau kadar asam urat tetap tinggi meski sudah mengatur pola makan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut, karena beberapa orang memerlukan obat selain perubahan gaya hidup.
